Cara Membuat Kombucha – My Saturday Workshop

Lagi scrolling Instagram ga sengaja liat salah satu postingan tentang sebuah workshop bertema Cara Membuat Kombucha.

Jujur saya belom pernah coba Kombucha, tapi saya pernah dengar sekilas bahwa Kombucha adalah minuman yang menyehatkan untuk tubuh.

Dan setelah googling ternyata kombucha merupakan fermentasi larutan teh dengan gula yang kemudian ditambahkan mikroba pemula (bakteri Acetobacter xylinum).

Saya pun jadi penasaran, pengen tahu lebih banyak tentang kombucha ini. Ikutan ah !

Mumpung workshop tersebut tidak berbayar alias gratis. Selain itu lokasi workshopnya deket banget dari rumah.

 

Hobi Ikutan Workshop DIY (Do It Yourself)

Sejak jaman kuliah saya tuh hobi banget ikut workshop DIY. Mulai dari workshop membuat decoupage, membuat macrame hingga membuat sumiganashi (teknik melukis di atas kertas dengan bantuan air).

Dan seiring bertambahnya usia, saya mulai tertarik dengan workshop seputar sustainable lifestyle (gaya hidup ramah lingkungan) dan gaya hidup sehat.

So, workshop membuat kombucha ini kayaknya cocok banget nih, apalagi sejak pandemi saya ga pernah ikutan workshop offline.

Oya buat saya pribadi, ikutan workshop DIY bisa menjadi sarana untuk menghilangkan stress . Karena membuat saya exciting bisa belajar hal baru.

 

Sekilas Tentang We Grow

Seperti yang disebutkan diatas, saya mengetahui informasi tentang workshop ini dari salah satu akun Instagram. Dan akun instagram tersebut bernama @wegrow.life

We Grow adalah sekumpulan orang yang memiliki cita-cita untuk mewujudkan kehidupan perkotaan yang lebih sehat.

Mereka memiliki visi menerapkan produk hasil inovasi teknologi hayati guna mendorong terwujudnya sustainable development goals

Dengan cara bekerjasama dengan para pegiat lingkungan dan para petani untuk mengenalkan  produk-produk ramah lingkungan. Jujur saya salut dengan para anak muda (gen z) yang visioner seperti mereka.

We Grow berdiri sejak tahun 2019 dan saat ini memiliki basecamp di sebuah tempat berkonsep healthy and sustainable café bernama Groots (@groots.bdg). Groots berlokasi di jl. Cigadung Raya Barat no 2, Bandung Utara.

workshop membuat kombucha
Saya bisa ikutan workshop membuat kombucha ini secara gratis hanya dengan merepost flyer di IG story

Pengalaman Pertama Membuat Kombucha

Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 wib saya sudah tiba di café Groots. Rupanya saya adalah peserta pertama yang hadir. Secara dari rumah ke lokasi hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja.

Dan tak lama peserta lain pun mulai berdatangan. Total jumlah peserta offline yang ikut ada 5 orang. Sedangkan jumlah peserta online mencapai 30 orang.

kombucha bandung
Workshop kombucha dipandu oleh kak Meru dari We grow

Sejak pandemi We grow fokus pada workshop online saja namun sesekali mereka juga mengadakan workshop offline atau kombinasi online dan offline alias hybrid.

Dua hari sebelum acara berlangsung, semua peserta dikumpulkan dalam sebuah grup WA (WhatsApp).

Dan khusus untuk peserta workshop offline diinfokan untuk membawa peralatan berupa botol kaca berukuran maksimal 1 liter, serta gula putih sebanyak 200 gram.

Sedangkan untuk bahan lainnya seperti kompor, panci, sendok, gelas ukur dan sebagainya akan disediakan oleh pihak We grow.

 

Bahan dan Alat untuk Membuat Kombucha

Bahan dasar utama untuk membuat kombucha antara lain :

  1. Air
  2. Teh
  3. Gula pasir
  4. Starter (bakteri G.Xylinum)

Note : Semua jenis gula  (gula pasir, gula merah, gula palem bahkan madu) bisa digunakan untuk membuat kombucha.

Namun khusus untuk pemanis Stevia tidak bisa digunakan untuk membuat kombucha. Karena stevia tidak mengandung kalori. Sementara bakteri membutuhkan kalori agar dapat hidup.

*Stevia merupakan pemanis pengganti gula yang diekstrak dari daun Stevia Rebaudiana.

Bahan Tambahan :

  1. Bunga rosella kering
  2. Buah-buahan

For Your Information proses fermentasi kombucha bisa dilakukan dua kali. Fermentasi tahap satu menggunakan teh. Sedangkan fermentasi tahap dua ada penambahan rasa dan soda  menggunakan tambahan buah atau bunga kering.

Alat :

  1. Kompor
  2. Tissue
  3. Karet
  4. Botol / wadah kaca
  5. Sendok ukur
  6. Centong untuk mengaduk

 

Cara Membuat Kombucha

Langkah-langkah untuk membuat kombucha :

  1. Panaskan air di atas kompor hingga mendidih. Banyak air tergantung pada ukuran botol yang akan digunakan.
  2. Masukan gula putih dengan takaran 60-100 gram gula untuk 1 liter air.
  3. Aduk hingga gula larut
  4. Masukkan kantong teh. Dengan perbandingan 5 gram teh untuk 1 liter air.
  5. Tunggu sekitar 3 menit hingga warna teh kecoklatan
  6. Masukkan air teh manis ke dalam botol kaca dan tunggu hingga menghangat
  7. Selama menunggu hangat tutup permukaan botol menggunakan tissue yang dilapisi karet gelang.
  8. Setelah teh terasa hangat, masukan starter (bakteri) ke dalam botol. Dengan perbandingan 10% dari total jumlah air. Misal untuk 500 ml masukkan starter sebanyak 5 ml. dengan catatan minimal 10 %, tidak boleh kurang tapi kalo lebih boleh.
  9. Kemudian diamkan selama 7 hingga 14 hari ke depan hingga muncul scoby (symbiotic culture of bacteria and yeast).
  10. Apabila scoby sudah muncul di permukaan itu artinya pembuatan teh kombucha berhasil dengan baik.
scoby kombucha
penampakan scoby berupa selulosa yang mengambang di permukaan air teh

Membuat Kombucha Membutuhkan Waktu

Ternyata proses membuat kombucha itu selain harus higienis juga membutuhkan waktu. Jadi setiap peserta harus sabar menunggu hingga proses pembuatan kombucha berhasil.

Waktu yang dibutuhkan agar kombucha siap panen kurang lebih 1 hingga 2 minggu. Dan proses tersebut tentu saja membuat deg-degan semua peserta.

Karena bukan tidak mungkin, si bakteri tidak berhasil tumbuh dengan baik. Melainkan muncul jamur seperti jamur yang tumbuh di atas roti.

pros

Manfaat Teh Kombucha

Berdasarkan sejarah, Kombucha ini berasal dari negeri China. Dan Kombucha dipercaya memiliki banyak manfaat antara lain :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Efek antimikroba terhadap mikroba patogen.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan merangsang produksi interferon (salah satu jenis protein alami yang ada di sistem kekebalan tubuh manusia).
  • Mengurangi kadar kolesterol.
  • Mengurangi inflamasi yang berlebihan.
  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Khasiat kombucha tidak hanya membidik organ tubuh tertentu saja, namun mempengaruhi tubuh secara menyeluruh dengan menstabilkan metabolisme tubuh dan menawar racun.

Mengutip dari wikikombucha.com jika disimpan dengan cara yang benar teh kombucha tidak punya masa expired (kedaluarsa). Ia tahan sampai 1 tahun bahkan lebih tanpa harus disimpan di kulkas sekalipun.

Menarik ya!

manfaat kombucha

Kesimpulan

Menurut saya, cara membuat teh kombucha ini relatif mudah. Namun ada resiko gagal. Gampang-gampang susah tepatnya.

Ya dalam membuat teh kombucha diperlukan tingkat higienitas yang tinggi.

Ketika membuat kombucha, pastikan alat yang kita gunakan benar-benar bersih.

Botol yang kita gunakan harus bersih dari sabun. Begitupun tangan kita, harus terjaga kebersihannya, khususnya  ketika sedang membuat kombucha.

Setelah workshop selesai, semua peserta offline mendapat kesempatan untuk mencicipi kombucha. Dan setelah mencicipi langsung, ternyata rasa kombucha ini asam sekali haha.

Tapi saya suka. Apalagi kalo diminumnya pake es batu. Suegerr ! Dan kalo mau menambahkan sedikit gula pasir juga boleh banget kok.

Oya kalo kamu penasaran pengen coba juga buat kombucha sendiri, We Grow menjual starter (biang) khusus untuk membuat kombucha melalui websitenya di wegrow.id

Atau kalo ga mau repot bikin, kamu bisa memperoleh teh kombucha dalam kemasan melalui toko online.

 

 

 

 

sumber foto : workshop we grow

 

15 komentar pada “Cara Membuat Kombucha – My Saturday Workshop

  • 24/11/2022 pada 10:58
    Permalink

    Oalaah ini di Bandung yaaa mba. Aku tuh udah minum kombucha beberapa bulan ini sih. Awalnya tertarik aja Ama akun Mambucha di IG ttg kombucha ini yg katanya kan minuman berfermentasi yg sudah ada sejak zaman tiongkok kuno. Trus manfaatnya banyak pulaaaa buat pencernaan. Kebetulan aku termasuk yg ga lancar kalo bab.

    Akhirnya beli mba, asam memang, tapi asam yg bisa dinikmati Yaa kan 😄😄👍. Bukan asam cuka 🤣.

    Sejak itu jadi ketagihan mbaaa. Untung di JKT ada beberapa penjual kombucha fav ku, selain yg Mambucha aku juga suka DariTeh. Sama2 enak lah kombucha mereka.

    Kalo WeGrow di Jakarta, pasti aku coba juga. Skr jujurnya jadi ga bisa lepas dari kombucha. Tiap bangun tidur pasti minum ini dulu.

    Kombucha memang pakai gula, tapi seiring proses fermentasi kandungan gulanya jadi rendah Krn sudah berubah dr proses fermentasi tadi. Makanya aku masih suka bgt

    Balas
    • 08/12/2022 pada 13:24
      Permalink

      tuk we grow ini jual starternya tapi ga jual minuman kemasannya mba Fanny. mereka lebih ke menyediakan jasa workshop via online gitu. tempo hari yg ikutan banyak juga lho yang dari jakarta.

      btw hebat euy mba Fanny doyan kombucha. aku juga termasuk doyan yang asem2 sih, tapi kombucha ini asemnya emang juara ya hihi. saya ga kuat kalo banyak2 😀

      Balas
  • 07/12/2022 pada 16:52
    Permalink

    Wah mbak aku belum ngeh2 banget sama Kombucha sebelum baca artikel ini. Tapi katanya bisa menghasilkan alkohol. kira-kira halal nggak ya dikonsumsi (maaf nih pertanyaan newbie)?

    Balas
  • 07/12/2022 pada 19:51
    Permalink

    Ooh kombucha bisa awet setahun tanpa diismpan di dalam kulkas ya? Aku masih ada yg utuh bersegel tapi udah beberapa bulan lalu dapatnya, mau diminum kok takut sendiri. Yang udah dibuka malah kupake di wajah dan jadi toner.

    JAdi kalau sudah punya kombucha di rumah malah enak ya dan bisa dijadikan starter?

    Minum kombucha enak sih di perut. Kalau dibuka botolnya ada aroma kayak tape wkwkwk karena sama2 hasil fermentasi kali ye?

    Balas
  • 08/12/2022 pada 06:42
    Permalink

    betul mba, kombucha bisa tahan sampe tahunan asalkan cara menyimpannya tepat (disimpan di kemasan kedap udara). tapi kalo yg udah dikasi tambahan buah kayaknya ga setahan lama itu. cmiiw. cuss mba cobain bikin kombucha pake starter.

    Balas
  • 08/12/2022 pada 07:31
    Permalink

    aku sering dengar ttg kombucha ini, tapi blm pernah mencicip apalagi membuatnya sendiri. jadi penasaran deh. terima kasih utk sharing langkah2 pembuatannya ya.. oya, setelah ‘jadi’ bagaimana mengkonsumsi nya? apakah langsung diminum atau dicampur air lagi / bgmn ya?

    Balas
  • 08/12/2022 pada 09:14
    Permalink

    kombucha bisa dikonsumsi langsung tanpa harus dicampur air lagi mba Mechta. Dan saya sendiri lebih suka menambahkan es batu, supaya rasanya lebih segar dan sedikit mengurangi rasa asamnya

    Balas
  • 08/12/2022 pada 11:18
    Permalink

    Melihat deretan manfaatnya, Kombucha ini sangat bermanfaat bagi tubuh. Tapi aku memang belum pernah coba, dan penasaran dengan rasa asamnya. Ya, mungkin karena efek hasil fermentasi juga kali ya rasa asam tersebut.

    Ini kalau gula pasirnya ditambah lebih banyak, apakah mengurangi khasiat Kombucha-nya tidak ya?

    Balas
  • 08/12/2022 pada 13:19
    Permalink

    rasanya asem banget nget hehe. bahkan semakin lama muncul kayak rasa soda gitu. dan untuk jumlah gula yang dipakai sudah ada takarannya, untuk 1 liter air pake 60-100gr gula. berlaku kelipatan.

    Dari sumber situs wikikombucha yang saya baca sih, gula dan teh bukan diperuntukkan untuk kita melainkan sebagai makanan untuk si bakteri dan ragi.

    Selama proses fermentasi gula tersebut akan ‘dimakan’ oleh bakteri dan ragi sehingga menjadi zat yang bermanfaat bagi tubuh. Minuman kombucha ini aman untuk penderita diabetes.

    Balas
  • 08/12/2022 pada 20:09
    Permalink

    Jadi teringat satu momen duluuu bener pas masih tinggal di kota Semarang.
    Jaman itu, masih eksis mailist, alias diskusi ini itu satu komunitas melalui email.
    Nah, ada satu rekan di MLDI – Mailist Dokter Indonesia, yang terapi Kombucha ini karena beliau salah seorang survivor jantung dengan sekian kali operasi.
    Wah, gak nyangka, bisa membaca bahkan dapatkan contekan resepnya di blog mbak ini.
    Oia, rosella apa bisa diganti kembang Telang?

    Balas
    • 09/12/2022 pada 06:06
      Permalink

      Terimakasih sudah mampir ke blog saya mba Bunsal, semoga bermanfaat ya.. dan tuk rosella bisa banget kalo mau diganti sama kembang telang. kalo mau pake buah2an seperti nanas juga bisa.

      Balas
    • 09/12/2022 pada 21:49
      Permalink

      Jujur aja, saya baru tahu ada minuman yang namanya kombucha ini setelah baca tulisan ini. Ternyata lumayan banyak manfaatnya yaa. Jadi tertarik pengen buat juga

      Balas
  • 08/12/2022 pada 21:48
    Permalink

    Aku udah lama dengar minuman Kombucha ini, tapi memang blum pernah mencoba membuatnya, Mba. Ternyata bikin Kombucha ini susah2 gampang ya, waktunya jga kurleb satu mingguan. Tapi bagusnya dia bakal tahan buat 1 tahun. Baik juga buat yg mengalami susah pncernaan, manfaatnya yang lain pun bnyak..

    Balas
  • 08/12/2022 pada 22:02
    Permalink

    Banyak manfaat dari kombucha ini ya, btw makasih kak resepnya. Saya jadi penasaran kak rasanya bagaimana. Mau cari ah di ecommerce kali aja ada. Atau bisa mencoba resepnya juga sih nanti.

    Balas
  • 09/12/2022 pada 03:59
    Permalink

    Aku belum pernah nyobain Kombucha mbak! Tapi sempet lihat beberapa postingan teman yang bikin teh ini. Btw, gulanya banyak juga ya sampai ratusan gram, tapi rasanya asam. Sejujurnya aku sungguh penasaran, haha.
    Mau bikin, tapi takut gagal eui. Cuma kalau sukses ya seneng banget ya mbak

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *